Pelestarian Budaya Batik Pekalongan sebagai Sumber Pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka
DOI:
https://doi.org/10.20111/gayatri.v4i1.73Keywords:
Batik Pekalongan, Budaya Lokal, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran SBK, Pelestarian BudayaAbstract
Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis konteks dan kearifan lokal. Batik Pekalongan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelestarian Batik Pekalongan dan relevansinya sebagai sumber pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen pendidikan yang berkaitan dengan batik, pembelajaran berbasis budaya, serta implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Batik Pekalongan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran SBK melalui pengenalan motif, pemahaman filosofi, pengamatan proses pembuatan batik, hingga praktik sederhana yang sesuai tahap perkembangan peserta didik sekolah dasar. Integrasi ini tidak hanya memperkaya materi SBK, tetapi juga menumbuhkan identitas budaya, kreativitas, dan sikap apresiatif terhadap warisan lokal. Selain itu, Kurikulum Merdeka yang fleksibel memungkinkan guru mengembangkan modul ajar berbasis proyek dan diferensiasi yang memanfaatkan batik sebagai sumber belajar autentik. Dengan demikian, pelestarian Batik Pekalongan melalui pembelajaran SBK menjadi strategi efektif untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.
References
L. H. (2018). Batik Sebagai Warisan Budaya Bangsa dan Nation Brand Indonesia. Nation State Journal of International Studies, 1 (1)(61–90).
Aprianingrum, A. Y., & Nufus, A. H. (2021). Batik Indonesia, Pelestarian Melalui Museum. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik (SNIKB), Vol. 3, No. https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/100
Febrian, B. (2019). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Industri Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK, Vol. 4 No.(2502–6275). https://doi.org/10.35134/jbeupiyptk.v4i1.82
Kurniawan, 1Eka Yulyawan, 2Sunaryo, & 3Sunardin. (2023). NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KEGIATAN MEMBATIK DI SEKOLAH DASAR. Indonesian Journal of Elementary Education, E-ISSN: 2722-6689. http://jurnal.umt.ac.id/index.php/IJOEE
Marthias, P. S. (2024). Saatnya amandemen ke-5 UUD 1945. Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial Dan Lingkungan, 1(2), 104–124. https://doi.org/10.58881/kpsbsl.v1i2.19. (n.d.). No Title.
Mulyana, R. (2011). Mengartikulaiskan Pendidikan Nilai. (Cet. 2, p. 308). Alfabeta.
Pratama, A. Y., & Aryani, Z. (2024). Model Pembelajaran Seni Budaya dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Insan Cita Pendidikan, 3(1), 1-8.
Rosala, D. (2016). Pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal dalam upaya membangun pendidikan karakter siswa di sekolah dasar. Ritme, 2(1), 16–2.
Siswati, A., Dewantara, A., & Madiarsih, N. C. (2020). ). Pelestarian Budaya Lokal melalui Edukasi Pengenalan Batik Tulis Khas Kabupaten Malang bagi Kelompok PKK. Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 249–256.
Wardani, L. K., Sari, S. M., & Christianna, A. (2017). Pengembangan kreativitas melalui pembelajaran batik bagi siswa Sekolah Dasar. 219–227. https://doi.org/10.17501/24246700.2018.4216
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aresya Maulida, Khusna, Aenun, Fina, Awalia, Maisaroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


