Pelatihan Tari Zapin Bagi Komunitas Perempuan Bersanggul Di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang

Authors

  • robby hidajat robby Universitas Negeri Malang
  • Tri Wahyuningtyas Universitas Negeri Malang
  • Hartono Universitas Negeri Malang
  • Muhammad Afaf Hasyimy SMK Negeri 7 Malang

DOI:

https://doi.org/10.20111/gayatri.v3i1.58

Keywords:

Pelatihan, Kampung Budaya, Tari, Atraksi Wisata

Abstract

Kota Malang telah mengembangkan kampung tematik sejak 1995, salah satunya adalah  Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang telah berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang fokus pada kekayaan tradisi, seni lokal, dan keragaman. Untuk memberdayakan masyarakat dan memperkenalkan budaya Malang kepada wisatawan, KBP meluncurkan program pelatihan Tari Zapin bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik DSD FS Universitas Negeri Malang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan Komunitas Perempuan Bersanggul. Pelatihan menggunakan metode R&D (Research and Development), yang mencakup langkah-langkah: (1) eksplorasi peserta, (2) perencanaan kegiatan, (3) pelaksanaan kegiatan pelatihan, (4) pengenalan materi, (5) proses pelatihan, (6) evaluasi hasil, dan (7) rekonstruksi penampilan tari. Hasil pelatihan menunjukkan dua capaian utama: (1) Penguasaan Tari Zapin sebagai Tari Sambut, dan (2) Dampak positif signifikan bagi Komunitas Perempuan Bersanggul, dengan rata-rata evaluasi sebesar 86%. Evaluasi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan harapan masa depan peserta. Persentase ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan dan pengetahuan peserta, menguatkan peran KBP sebagai destinasi wisata budaya yang khas dan berpotensi.

References

Akbar, T. (2018). Kampung Tematik Sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Permasalahan Permukiman Kumuh Di Kota Malang. Wahana, 70(2), 37–48. https://doi.org/10.36456/wahana.v70i2.1741

Akhyar, M., & Ubaydillah, M. U. (2018). Kampung Budaya Polowijen: Upaya Pelestarian Budaya Lokal Malang melalui Konsep Konservasi Nilai dan Warisan Budaya Berbasis Civil Society. LoroNG, 7(1), 101–112.

Alvianna, S. (2020). Pengaruh Destinasi Wisata dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Minat Berkunjung Kembali di Kampung Wisata Topeng Malang. SENORITA: Seminar Nasional Kepariwisataan, 1(1), 248–257.

Bagus, I. G., & Utama, R. (2015). Popularitas Objek Wisata Dan Keunggulan Pariwisata Kabupaten / Kota Di Provinsi Bali. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 4(September), 0–14. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.2053.9369

Hidajat, R. (2019). The Reinforcement of Esthetical Social Aspect through Performance Art at Colorful Jodipan Quarter in Malang City , East Java. International Journal of Research in Humanities and Social Studies, 6(5), 1–7.

Hidajat, R. (2021). ZAPIN MELAYU: INDONESIA-MALAYSIA Penguatan Konstruksi Ruang Sosial Masyarakat Bangsa Serumpun (I Wayang D). Singgasana Budaya Nusantara.

Hidajat, R., Hasyimy, M. A., & Wulandari, S. (2021). Pelatihan Koreografi Bagi Warga Kampung Budaya Polowijen untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 481–488.

Irawan, D., Triana, N., Suwarni, L., & ... (2020). Edukasi Protokol Kesehatan dan Strategi Pemasaran Online Melalui Program Kemitraan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19. JMM (Jurnal Masyarakat …, 4(4), 7–9.

Lutfiati, D., Alrianingrum, S., Puspitorini, A., Insani, M., & Muttimatul, F. (2020). Ken Dedes Profile Description in Expert Perspective. 473(Icss), 637–641. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201014.140

Ma’ruf, M. F., Kurniawan, B., & Pangestu, R. P. A. G. (2017). Desa wisata: sebuah upaya mengembangkan potensi desa dan meningkatkan pendapatan asli desa. Dinamika Governance2, 7(2), 193–203.

Nurdin. (2016). TARI ZAPIN DALAM HAJATAN PERNIKAHAN MASYARAKAT KETURUNAN ARAB DI KOTA PALEMBANG. SITAKARA JURNAL PENDIDIKAN SENI DAN SENI BUDAYA, 2(2), 1–22.

Penuel, W. R., Fishman, B. J., Cheng, B., & Sabelli, N. (2011). Organizing research and development at the intersection of learning, implementation, and design. In Educational Researcher (Vol. 40, Issue 7, pp. 331–337). https://doi.org/10.3102/0013189X11421826

Safitri, S. (2016). Sejarah Perkembangan Otonomi Daerah Di Indonesia. Jurnal Pendidilkan Sejarah, 5(9), 79–83.

Suprihatin Dyah Pratamawati, E. W., Hidajat, R., Sumarwahyudi, S., & Wahyu Widyawati, I. (2022). Oglek Tempe Dance as an Attraction to Support Cultural-Based Village Tourism in Sanan, Malang. KnE Social Sciences, 2022, 192–197. https://doi.org/10.18502/kss.v7i13.11660

Suryani, N., & Fitriah, L. (2019). Seni Pertunjukan Tari Zapin Api Di Rupat Utara Bengkalis Provinsi Riau. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(1), 18–33. https://doi.org/10.22437/titian.v3i1.7030

Syah, F. (2017). Strategi Mengembangkan Desa Wisata. Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu &Call For Papers Unisbank Ke-3, 3(Sendi_U 3), 335–341.

Zurinani, S., & Brawijaya, U. (2022). Pengembangan Kampung Budaya Polowijen melalui Ikon Digital Pariwisata Sastra Ragil Kuning sebagai Strategi Bertahan di Masa Pandemi. Journal Of Innovation And Applied Technology, 8(2), 1425–1432.

Zurinani, S., Rohman, M., & Fatmawati, F. (2021). Virtual-cultural Tourism of Sesekaran Topeng in Kampung Budaya Polowijen: New Look and Challenges of Traditional e-Tourism Packaging in the Covid-19 Pandemic. Universitas Brawijaya, 1(2), 1–8. https://doi.org/10.4108/eai.4-11-2020.2308924

Downloads

Published

2025-04-23

How to Cite

robby, robby hidajat, Wahyuningtyas, T., Hartono, & Hasyimy, M. A. (2025). Pelatihan Tari Zapin Bagi Komunitas Perempuan Bersanggul Di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang. Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni Dan Budaya, 3(1), 13–23. https://doi.org/10.20111/gayatri.v3i1.58

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)